Penelitian ini menganalisis implementasi Program Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (P-KRPL) di Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Topik ini krusial karena sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah, namun kontribusinya terus menurun sehingga diperlukan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kuantitatif sensus terhadap 87 kelompok penerima manfaat tahun 2023, data dianalisis dengan metode regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses pemasaran/kemitraan merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan peluang kesejahteraan kelompok, diikuti oleh frekuensi pertemuan kelompok dan kunjungan penyuluhan lapangan (PPL). Sebaliknya, faktor kuantitatif seperti jumlah anggota dan diversifikasi komoditas tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan P-KRPL lebih ditentukan oleh kualitas proses kelembagaan dan integrasi pasar dibandingkan sekadar bantuan fisik, sehingga reorientasi kebijakan menuju pendekatan yang berorientasi pasar sangat diperlukan.
Copyrights © 2026