Abstrak: Stunting merupakan masalah gizi kronis masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak stunting berpengaruh pada tinggi badan anak dan juga terhadap perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas di masa depan. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya pengetahuan keluarga, khususnya ibu, mengenai pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pentingnya sanitasi dan kesehatan lingkungan. Selain itu, keterbatasan akses informasi dan kurangnya pendampingan di tingkat masyarakat turut memperparah. Tujuan pengabdian ini melakukan edukasi peran TP PKK Desa/Kelurahan dalam mencegah stunting dengan menggunakan media powerpoint dan leafleat, peserta berjumlah 26 orang. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi partisipatif agar peserta lebih mudah memahami materi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta hasil evaluasi sebesar 92%.Stunting, a chronic nutritional problem, remains a serious challenge in Indonesia. This condition is characterized by impaired growth in children due to malnutrition, particularly during the first 1,000 days of life. The effects of stunting impact a child’s height as well as their future cognitive development, health, and productivity. One of the main causes is the low level of knowledge among families, particularly mothers, regarding balanced nutrition, appropriate parenting practices, and the importance of sanitation and environmental health. Additionally, limited access to information and a lack of community-level support further exacerbate the issue. The objective of this community service initiative is to educate the Village/Subdistrict PKK Task Force on their role in preventing stunting using PowerPoint presentations and leaflets; there were 26 participants. The methods used were lectures, question-and-answer sessions, and participatory discussions to help participants better understand the material. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests. The pre-test was used to determine participants’ initial knowledge level, and the post-test to measure the increase in their knowledge after participating in the activity. The evaluation results showed a 92% increase in participants’ knowledge.
Copyrights © 2026