Coffee waste in Lebong Village, Tanjung Palas Hilir District, has not been utilized, resulting in increasing organic waste volume and the absence of economic value for the community. This community service program aims to enhance residents’ skills in producing coffee-waste briquettes as an environmentally friendly alternative energy source. The methods applied include socialization, counseling, workshops, and hands-on practice with 25 participants from the Lebong Village Youth Group. Evaluation was conducted through skill observation and assessment of briquette quality, including density, moisture content, and burning duration. The results show an 85% improvement in participants’ skills, demonstrated by their ability to produce briquettes that meet quality standards. Additionally, utilizing coffee waste opens new economic opportunities, as production costs are low while potential selling prices range from IDR 8,000 to 10,000 per kilogram. This program successfully enhances community capacity in waste management while strengthening economic opportunities based on renewable energy.Limbah kopi di Desa Lebong, Kecamatan Tanjung Palas Hilir, belum dimanfaatkan sehingga menambah volume sampah dan belum memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan keterampilan warga yang nantinya dapat memproduksi briket limbah kopi sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan sosialisasi dengan mitra Kelompok Pemuda dan warga Desa Lebong sebanyak 25 peserta. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan wawancara singkat. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman keterampilan peserta hingga 85%, ditandai keinginan untuk memproduksi briket. Selain itu, pemanfaatan limbah kopi membuka peluang usaha baru, karena biaya produksi rendah dan potensi harga jual mencapai Rp8.000–Rp10.000 per kilogram. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus memperkuat peluang ekonomi berbasis energi terbarukan.
Copyrights © 2026