Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak literasi antipenipuan, khususnya yang berkaitan dengan modus phishing dan smishing, terhadap ketahanan masyarakat Kota Sibolga dalam menghadapi penipuan finansial digital. Maraknya kejahatan siber menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi digital yang memadai untuk mengenali dan menghindari modus penipuan modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen lapangan. Sebanyak 120 responden dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan pelatihan literasi antipenipuan dan kelompok kontrol tanpa pelatihan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pra dan pasca pelatihan serta dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman dan ketahanan finansial digital kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya, literasi antipenipuan berperan penting dalam memperkuat ketahanan individu terhadap risiko penipuan finansial berbasis digital di era ekonomi digital.
Copyrights © 2024