Sistem Informasi Akuntansi (SIA) penggajian sering kali dipandang sebagai prosedur teknis yang kaku, namun dalam praktiknya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosiokultural tempat organisasi beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya daerah terhadap kebiasaan dan implementasi SIA penggajian melalui tinjauan literatur yang komprehensif. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan menelaah artikel ilmiah dari berbagai basis data akademik yang relevan dengan tema akuntansi keperilakuan dan budaya organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi budaya seperti kolektivisme dan paternalisme secara signifikan membentuk kebiasaan organisasi, mulai dari distorsi pemberian insentif demi harmoni sosial hingga melemahnya pengendalian internal akibat rasa sungkan (paternalistik). Namun, budaya daerah yang berbasis pada nilai amanah dan religiusitas juga ditemukan dapat memperkuat integritas sistem sebagai pengendalian internal non-formal.
Copyrights © 2026