Hutan tropis Indonesia menyediakan kebutuhan dasar manusia dan kaya akan keanekaragaman flora, fauna, serta sumber daya alam. Luas hutan daratan Indonesia mencapai 120,63 juta hektar, tetapi kondisinya mengalami penurunan akibat meningkatnya kebutuhan lahan seiring perkembangan ekonomi. Pada tahun 2021, deforestasi mencapai 104.032,5 ha, dengan kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan akibat perluasan lahan sawit. Hal ini memerlukan suatu tindakan untuk mencapai Sustainable Development Goals di Indonesia. Hubungan antara manusia dan alam yang kompleks menjadikan agama berperan penting dalam menjaga keharmonisan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran rumah ibadah berdasarkan konsep ekoteologi dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan pelestarian hutan tropis di Indonesia. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengumpulkan informasi mengenai pelestarian lingkungan dalam berbagai agama. Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu memiliki ajaran spiritual yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan. Misalnya, program Eko-pesantren dalam Islam dan penanaman pohon oleh Gereja Kristen Sumba menunjukkan upaya konkret pelestarian alam. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap rumah ibadah menerapkan pendekatan ekoteologi sesuai dengan kepercayaan masing-masing, menjadikan ekoteologi sebagai jembatan antara lingkungan dan ajaran agama dalam upaya pelestarian hutan tropis Indonesia. Upaya pelestarian hutan yang telah dilakukan oleh masyarakat dengan berbagai agama yang diyakini di Indonesia menjadi sebuah andil untuk mencapai tujuan SDG’s Life on Land. Bentuk penjagaan alam yang dilakukan masyarakat Indonesia bentuk rasa syukur terhadap Sang Pencipta terhadap terciptanya alam semesta, melalui pengelolaan hutan sebagai aktivitas konservasi secara langsung memberikan dampak guna mencegah adanya peningkatan emisi dan pengurangan karbon di atmosfer.
Copyrights © 2025