Cervical spondylotic myelopathy (CSM) merupakan penyakit degeratif progresif dan merupakan penyebab tersering dari spinal cord dysfunction. CSM dapat terjadi dari kompresi langsung pada spinal cord, atau pembuluh darah disekitarnya, dengan hasil yang berfariasi dalam berbagai gejala klinis. Spondylosis telah ditunjukkan sebagai etiologi paling umum untuk kasus cervical myelopathy pada orang yang berusia 55 tahun atau lebih. Prevalensi dan kejadian pada kasus cervical spondylitic myelopathy dilaporkan bervariasi karena beragamnya klasifikasi dari proses degenerative (Cohen,2015). Untuk mengetahui tingkat efektivitas pada penggunaan intervensi METS, IAP, dan neck stabilization exercise pada gangguan Cervical Spondylotic Myelopathy. Pengujian ini bersifat eksperimental dimana dibandingkan tingkat stabilitas dan fungsional sebelum dan sesudah treatment. Alat ukur berupa JOAscore untuk fungsional Intervensi yang digunakan berupa stability exercise seperti chin tuck exercise, Scapula retraction exercise, Penggunaan IAP intra abdominal pressure, Stretching pada otot-otot fleksor dan ekstensor dengan penggunaan metode MET muscle energy technique.
Copyrights © 2024