Maraknya penggunaan media sosial di kalangan Generasi Z membawa risiko serius berupa perundungan siber (cyber-bullying) dan kebocoran data pribadi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kemampuan mitigasi siswa dalam menghadapi ancaman digital melalui pendekatan yang interaktif. Metode yang digunakan adalah Role-Play Simulation (simulasi peran), di mana peserta memerankan skenario konflik siber dan cara penyelesaiannya. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% terkait batasan privasi digital dan langkah hukum mitigasi perundungan. Temuan penting dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa simulasi peran lebih efektif mengubah perilaku dibandingkan metode ceramah konvensional karena memberikan pengalaman emosional dan praktis. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi berbasis simulasi mampu membentuk ketahanan digital yang lebih kokoh pada remaja dalam berinteraksi di ruang siber.
Copyrights © 2026