Tingkat keandalan sistem instrumen utilitas gas di Platform PHE 38, PHE WMO, Zona 11, Regional 4 masih tergolong rendah. Kondisi ini memicu terjadinya penghentian operasi tak terencana (unplanned shutdown), pemborosan energi, serta meningkatnya risiko terhadap keselamatan kerja dan dampak lingkungan. Salah satu ilustrasi nyata dari permasalahan ini adalah pembakaran uap air hasil proses pengeringan gas melalui ground flare, yang menyebabkan pemborosan fuel gas sebesar 9,93 juta kaki kubik per tahun, dengan potensi kerugian finansial mencapai sekitar Rp 4,18 triliun. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem utilitas gas melalui penerapan metode PITHE-C, yang mengombinasikan analisis aspek manusia, teknologi, organisasi, dan lingkungan secara menyeluruh. Pendekatan sistematis ini memungkinkan identifikasi akar penyebab kegagalan sistem yang sebelumnya belum terdeteksi secara menyeluruh oleh studi terdahulu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan yang praktis dan efektif, guna mendorong efisiensi operasional serta mendukung keberlanjutan industri migas. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pada pengembangan metode analisis keandalan sistem instrumen serta penerapan pendekatan multidimensional yang sesuai dengan tantangan di sektor hulu minyak dan gas.
Copyrights © 2025