Dalam usaha meningkatkan taraf keberhasilan pariwisata Kota Makassar dibutuhkan peran dari berbagai pihak dan salah satunya adalah pramuwisata yang berperan sebagai mediator antara kearifan budaya lokal dan wisatawan mancanegara (wisman). Dalam perannya sebagai mediator budaya, kemampuan pramuwisata dalam menginterpretasikan budaya lokal sangatlah krusial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kapabilitas pramuwisata dalam menginterpretasikan konsep budaya lokal ke dalam bahasa asing. Proses pengukuran tersebut dilakukan dengan metode interview untuk mengobservasi interpretasi yang digunakan pramuwisata dalam menerangkan konsep budaya lokal; berdasarkan tingkat kesesuaiannya dengan interpretasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil penelitian ditemukan bahwa interpretasi konsep budaya lokal oleh pramuwisata kota Makassar termasuk ke dalam kategori baik, berdasarkan indikator-indikator ketepatan informasi yang diberikan, namun demikian, kualitas interpretasi tersebut masih jauh dari kesempurnaan karena terdapat beberapa kesalahan-kesalahan fatal dalam memilih kata padanan yang tepat serta dalam menginterpretasikan konsep budaya lokal tertentu.
Copyrights © 2017