Pupuh merupakan salah satu ruang lingkup dharmagita yang dibentuk berdasarkan kaidah pada lingsa. Penggunaan pupuh merupakan salah satu metode belajar yang sangat ampuh, karena itu di Bali populer dengan istilah “melajah sambilang megending”. Minimnya minat masyarakat terutama generasi muda dalam mempelajari pupuh dan belum adanya sarana penunjang yang memudahkan dalam pembuatan pupuh dapat mengancam keberadaan pupuh. Pemanfaatan internet merupakan salah satu upaya efektif dalam melestarikan keberadaan pupuh dengan menggunakan salah satu layanan cloud computing yaitu software as a service yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumber daya perangkat lunak. Proses implementasi cloud computing pada aplikasi pelestarian pupuh Bali terdiri dari lima tahapan, antara lain analisa kebutuhan data, perancangan model sistem, perancangan basis data, perancangan antarmuka pengguna, dan teknik analisis menggunakan pengujian black box. Hasil dari perekayasaan ini berupa aplikasi editor pada lingsa yang membantu secara lebih efisien dalam proses pembelajaran dan pembuatan pupuh.
Copyrights © 2026