Sebagai hasil evaluasi belajar siswa selama 1 tahun perlu dilakukan pemilihan siswa terbaik saat menjelang kenaikan kelas. Kegiatan ini dilakukan untuk dapat menghargai prestasi yang diperoleh oleh siswa/i di sekolah, yang akan berdampak pada semangat siswa/i untuk peningkatan nama baik sekolah dan meningkatkan prestasi diluar sekolah. Terdapat beberapa masalah yang dihadapi SMP 101 Jakarta Barat dalam pemilihan siswa terbaik yang biasanya dilakukan pada menjelang kenaikan kelas. Kendala bagi pihak sekolah dalam mengambil keputusan, dimana dalam membuat keputusan siswa terbaik masih menggunakan klasifikasi manual, dikarenakan banyak kriteria yang perlu dipakai dalam pemilihan. Pemilihan kriteria yang tidak tepat dapat memberikan penilaian yang kurang objektif bagi calon siswa terbaik yang akan dipilih, maka diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu dalam pengambil keputusan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai alternatif sekolah untuk menentukan siswa terbaik tidak hanya berdasarkan nilai akademik saja, agar pemilihan menjadi lebih objektif berdasarkan kriteria penilaian baru yang relevan dan perhitungan bobot yang diberikan dalam sistem. Metode yang akan digunakan adalah Metode Simple Additive Weighting (SAW), dengan menyediakan kriteria- kriteria tertentu, maka yang memiliki rata-rata bobot nilai akhir terbesar akan menjadi keputusan akhir untuk kelayakan dalam pemilih siswa/i terbaik. Dari hasil perhitungan dengan metode SAW didapatkan oleh siswa Bernama Alycka Aprilya Kurniawan dengan nilai preferensi 97,0.
Copyrights © 2026