Pendahuluan: Meningioma merupakan tumor primer intrakranial yang paling sering ditemui, ekstra-aksial, dan berasal dari arachnoid cap cell yang menempel pada duramater. Tumor yang tumbuh membesar secara signifikan dan terdapat gejala maka dapat dilakukan terapi pembedahan. Embolisasi pre-operatif menjadi pilihan terapi tambahan pada pasien meningioma. Embolisasi ini ditujukan untuk melakukan devaskularisasi dari lesi atau mengurangi aliran darah tumor melalui eliminasi satu atau lebih arteri yang mensuplai nutrisi tumor. Metode: Tinjauan Pustaka dilakukan berdasarkan issue, metodologi, persamaan dan proposal penelitian lanjutan. Dari 5 penelitian yang digunakan secara keseluruhan metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif selama tahun periode penelitian. Pembahasan: Berdasarkan 5 penelitian menunjukkan bahwa embolisasi meningioma pre-operatif bertujuan untuk menurunkan vaskularisasi tumor. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam komplikasi, recurrence-free survival, perkiraan kehilangan darah, waktu pembedahan, serta volume transfusi darah antara kelompok embolisasi dan non-embolisasi. Simpulan: Embolisasi pre-operatif tidak memberikan hasil yang menguntungkan secara signifikan. Embolisasi pre-operatif lebih direkomendasikan pada pasien dengan kondisi komorbiditas dan indeks keparahan penyakit yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026