Abstrak (Indonesia) Pendahuluan: Hepatitis merupakan peradangan hepar yang menjadi masalah kesehatan global dengan etiologi virus maupun non-infeksius. Indonesia menempati posisi ketiga dunia dengan 18,9 juta kasus, sementara Kota Palu mencatat prevalensi tertinggi ibu hamil reaktif HBsAg. Rasio neutrofil limfosit (RNL) penting sebagai indikator inflamasi dalam menilai keparahan hepatitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan nilai RNL pada hepatitis viral dan nonviral. Metode: Studi analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien hepatitis viral dan nonviral di RSUD Undata Sulawesi Tengah periode 2020–2024. Sampel sebanyak 73 pasien diambil dengan total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Median RNL pada hepatitis viral sebesar 3,3, sedangkan pada hepatitis nonviral 6,7. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p<0,001). Nilai RNL lebih tinggi pada hepatitis nonviral menandakan respon inflamasi yang lebih besar. Pembahasan: Temuan ini menunjukkan bahwa RNL dapat merefleksikan perbedaan mekanisme inflamasi antara hepatitis viral dan nonviral. Nilai RNL yang lebih tinggi pada hepatitis nonviral mendukung perannya sebagai indikator tambahan dalam evaluasi klinis. Simpulan: Terdapat perbedaan bermakna nilai RNL antara hepatitis viral dan nonviral. RNL berpotensi digunakan sebagai parameter tambahan dalam menilai tingkat inflamasi dan keparahan hepatitis. Kata Kunci: Hepatitis Nonviral, Hepatitis Viral, Rasio Neutrofil Limfosit
Copyrights © 2026