Pendahuluan : Gizi mencakup komponen esensial dalam makanan dan minuman. Status gizi dapat diukur melalui pengukuran berat dan tinggi badan. Remaja Kota Palu umumnya mengonsumsi makanan tinggi energi dan lemak dibandingkan makanan bergizi. Faktor pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time berpengaruh terhadap status gizi remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional . Data primer diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran indeks massa tubuh (berat dan tinggi badan). Sampel sebanyak 87 responden dipilih secara random sampling . Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil : sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi cukup (47,1%), aktivitas fisik ringan (62,1%), dan screen time tinggi (88,5%). Status gizi responden underweight dan normal berjumlah (40,2%). Uji Spearman Rho menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ( p =0,586; r=0,059), aktivitas fisik ( p =0,857; r=0,020), dan screen time ( p =0,681; r=0,045) terhadap status gizi remaja. Pembahasan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time. Faktor emosional, teman sebaya, ekonomi, menetap pasca-ujian, dan media sosial, menghambat implementasi dan tidak berpengaruh. Simpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time terhadap status gizi. Kata Kunci: Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik, Durasi Layar
Copyrights © 2026