Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan tantangan berupa resistensi obat dan infeksi laten. Host-Directed Therapy (HDT) dikembangkan sebagai strategi tambahan untuk meningkatkan efektivitas terapi TB melalui modulasi respons imun dan metabolisme inang. Metformin dan vitamin D merupakan kandidat HDT yang menjanjikan, namun potensi sinergi keduanya belum banyak dikaji. Metode: Tinjauan pustaka naratif dilakukan dengan menelusuri basis data PubMed, Scopus, Cochrane, Google Scholar, dan ProQuest untuk publikasi periode Januari 2015 hingga Agustus 2025. Literatur yang relevan diseleksi menggunakan kata kunci “Tuberculosis”, “Host-Directed Therapy”, “Metformin”, dan “Vitamin D”. Pembahasan: Metformin berperan dalam pengendalian TB melalui aktivasi jalur AMPK yang meningkatkan autofagi dan menekan peradangan, meskipun manfaat klinisnya bervariasi dan bergantung pada status metabolik serta dosis. Vitamin D memperkuat imunitas bawaan melalui induksi peptida antimikroba dan pematangan fagosit, dengan efek klinis yang lebih konsisten pada pasien dengan defisiensi vitamin D. Bukti praklinis menunjukkan potensi efek sinergis metformin dan vitamin D melalui regulasi jalur AMPK–mTOR, tetapi bukti klinis langsung masih terbatas. Simpulan: Metformin dan vitamin D berpotensi sebagai terapi tambahan TB berbasis HDT, namun diperlukan uji klinis terkontrol untuk menilai efektivitas dan keamanan kombinasi keduanya. Kata Kunci: Tuberkulosis; Host-Directed Therapy; Metformin; Vitamin D, AMPK-mTOR
Copyrights © 2026