Salah satu energi terbarukan yang perlu mendapatkan perhatian untuk dikembangkan adalah biomassa. Biomassa adalah suatu limbah padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Salah satu jenis potensi biomassa yang belum tergarap adalah limbah cangkang kemiri. Luas hutan kemiri yang dikelolah yakni 9.299 Ha dengan produksi ± 3.675,40 ton/tahun, dari total keseluruhan produksi kemiri di indonesia sebesar 79.137 ton/tahun. Estimasi jumlah limbah tempurung kemiri pada Kabupaten Maros pada tahun 2015 mencapai 79.137 ton/tahun. Limbah tempurung kemiri pada umumnya belum banyak dimanfaatkan atau dikelolah untuk menambah nilai jualnya di pasaran. 70% kandungan tempurung pada buah kemiri selama ini hanya menjadi limbah yang belum sama sekali dimanfaatkan Inovasi dibutuhkan dalam pengelolaan limbah tempurung kemiri. Dalam rangka memaksimalkan peningkatan nilai ekonomis tanaman kemiri maka perlu diverifikasi menjadi produk yang nilai ekonominya tinggi dengan cara memanfaatkan tempurung kemiri sebagai bahan utama pembuatan briket. Tempurung kemiri mengandung holoselulosa 49,22% dan lignin 54,46%. Kandungan lignin yang tinggi berpotensi untuk dibuat arang yang menghasilkan nilai kalor yang tinggi.
Copyrights © 2018