Masalah gizi buruk, terutama stunting, masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Prevalensi stunting di Desa Kramat 7,14% tahun 2024. Desa Kramat memberikan kontribusi paling besar meningkatkan angka kejadian stunting di wilayah Puskesmas Bangkalan dari desa lainnya. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, Posyandu memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini kasus stunting dan mencegah kejadian baru melalui berbagai kegiatan promotif dan preventif. Metode pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan kegiatan di Posyandu yang merupakan sahabat Masyarakat dan melibatkan mahasiswa yang tengah KKN, melakukan kegiatan Posyandu sesuai standar yaitu Tempat 1: Pendaftaran, Tempat 2: Penimbangan, tempat 3: Pencatatan, tempat 4: Pelayanan kesehatan dan tempat 5: Penyuluhan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan bahwa hampir seluruhnya status gizi balita BB/U normal, status gizi balita BB/PB normal, dan balita normal tidak stunting. Namun, didapatkan pula balita yang mengalami kurang gizi 3 balita dan stunting 5 balita. Meminta ibu untuk lebih teratur membawa balitanya ke posyandu untuk mendeteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita, sehingga balita tidak mengalami stunting.
Copyrights © 2026