Asma adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran nafas dan banyak pasien asma berat mengalami eksaserbasi meskipun telah melakukan pengobatan dengan kortikosteroid inhalasi (ICS) dosis sedang hingga tinggi dan Long-Acting β2 Agonist (LABA). Oleh karena itu, dibutuhkan terapi tambahan yang aman dan efektif untuk mengobati asma. Tezepelumab adalah antibodi monoklonal manusia yang menghambat thymic stromal lymphopoietin (TSLP), suatu sitokin turunan sel epitel yang terlibat dalam patogenesis asma. Review artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat tezepelumab dalam terapi asma berat. Kajian pustaka dilakukan dengan pengumpulan artikel riset berbahasa Inggris dari tahun 2014-2023 yang sebagian besar merupakan artikel uji klinis. Pencarian menggunakan mesin pencari PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci 'asthma', 'tezepelumab', dan 'TSLP'. Selanjutnya dilakukan screening untuk mendapatkan artikel yang sesuai kriteria inklusi. Tezepelumab dapat mengurangi tingkat kejadian eksaserbasi parah, dan meningkatkan kualitas hidup, fungsi paru-paru, serta kontrol gejala, terlepas dari status alergi pasien. Secara umum, tezepelumab dapat ditoleransi dengan baik pada pasien asma berat dan tidak ada perbedaan klinis yang signifikan dalam kejadian efek samping antara kelompok perlakuan dan kelompok plasebo. Dapat disimpulkan, tezepelumab direkomendasikan sebagai terapi tambahan dalam kombinasi dengan ICS-LABA dosis tinggi bagi pasien dengan asma berat berusia ≥12 tahun terutama bagi pasien yang memiliki baseline eosinofil darah yang tinggi atau FeNO yang tinggi.
Copyrights © 2026