Dalam proses produksi, mesin memiliki peran penting karena sangat menentukan kelancaran kerja, kualitas hasil, dan efisiensi waktu. Ketika mesin tidak bekerja secara optimal, dampaknya tidak hanya pada keterlambatan produksi, tetapi juga pada peningkatan biaya operasional dan potensi penurunan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin milling menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada salah satu jasa konstruksi di Kota Cilegon. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan operator dan teknisi, serta dokumentasi data operasional yang meliputi waktu kerja mesin, downtime, jumlah produksi, dan produk cacat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Availability sebesar 94,71%, Performance sebesar 84,25%, dan Quality sebesar 92,00%, sehingga diperoleh nilai OEE sebesar 73,41%. Nilai tersebut masih berada di bawah standar ideal 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin sebenarnya cukup tersedia untuk digunakan, namun belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses produksi. Permasalahan utama tidak hanya berasal dari downtime tidak terencana, tetapi juga dari penurunan performa mesin saat beroperasi yang menyebabkan kehilangan produktivitas secara tidak langsung. Perbaikan yang disarankan meliputi penguatan preventive maintenance, peningkatan keterlibatan operator melalui autonomous maintenance, serta penerapan inspeksi harian yang lebih disiplin. Dengan perbaikan tersebut, efektivitas mesin diharapkan dapat meningkat dan proses produksi menjadi lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025