Penelitian ini bertujuan memahami proses penerimaan diri (self-acceptance) pada penyintas kekerasan seksual incest. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan dua perempuan dewasa awal sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua partisipan memiliki dinamika penerimaan diri yang berbeda. Satu partisipan masih mengalami trauma, rendah diri, dan kesulitan menerima masa lalu, sedangkan partisipan lainnya menunjukkan penerimaan diri lebih matang melalui dukungan sosial, coping adaptif, dan pemaknaan positif. Faktor utama yang memengaruhi proses penerimaan diri meliputi dukungan sosial, pemahaman diri, pengelolaan emosi, dan pengalaman relasi pascatrauma. Penelitian ini menegaskan bahwa penerimaan diri merupakan proses dinamis yang penting dalam pemulihan psikologis penyintas incest.
Copyrights © 2026