Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabieidan digolongkan sebagai Neglected Tropical Diseases oleh World Health Organization (WHO) sejak 2017. Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi skabies tertinggi di dunia, terutama di lingkungan padat seperti pesantren. Pesantren X telah mencatat 11 kasus skabies pada tahun2023 akibat minimnya edukasi dan akses fasilitas kesehatan. Sehingga perlu dilakukan upayakuratif dan preventif untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan pesantren. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi melalui video berbasis Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan santri PesantrenX sebelum dan setelah diberikan intervensi serta menganalisis pengaruh penggunaan videoberbasis HBM terhadap peningkatan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan skabies. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One GroupPretest-Posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini 246 sampel dengan teknik pengambilansampel berupa total sampling. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -13,612 dengan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post test. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan Video berbasis HBM berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan penyakit skabies di pondok pesantren.
Copyrights © 2026