The Indonesian Journal of General Medicine
Vol. 37 No. 1 (2026): The Indonesian Journal of General Medicine

Nilai Prognostik Parameter Hematologi Rutin pada Pasien dengan Kanker Padat : Sebuah Tinjauan Sistematis

Putu Putri Andiyani Dewi (Unknown)
I Putu Candra Yogiswara (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Apr 2026

Abstract

Latar Belakang: Respons inflamasi sistemik memainkan peran kunci dalam progresi kanker. Parameter hematologi rutin seperti Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR), Platelet-to-Lymphocyte Ratio (PLR), dan Lymphocyte-to-Monocyte Ratio (LMR) telah muncul sebagai biomarker prognosis potensial yang murah dan mudah diakses. Metode: Tinjauan sistematis ini dilakukan dengan mensintesis bukti dari 200 studi meta-analisis dan penelitian observasional besar yang mengevaluasi nilai prognosis parameter hematologi pada pasien dengan berbagai jenis tumor solid. Pencarian literasis dilakukan secara komprehensif. Data mengenai jenis parameter, nilai cut-off, luaran klinis (overall survival/OS, progression-free survival/PFS), dan konteks pengobatan diekstraksi dan dianalisis secara naratif. Hasil: Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan parameter yang paling banyak diteliti dan secara konsisten terbukti sebagai prediktor independen untuk luaran yang lebih buruk pada berbagai keganasan, termasuk kanker kolorektal (HR 1,92 untuk OS), payudara (HR 2,56 untuk OS), paru (HR 1,46 untuk OS), ovarium (HR 1,69 untuk OS), dan urothelial (HR 1,72 untuk OS). Platelet-to-Lymphocyte Ratio (PLR) dan LMR juga menunjukkan nilai prognosis yang signifikan pada berbagai jenis kanker. Nilai cut-off sangat bervariasi, dengan NLR 3-5 dan PLR 150-200 sebagai batas yang umum digunakan. Yang penting, perubahan dinamis parameter ini selama pengobatan (misalnya, pada minggu ke-6 atau 12) seringkali memberikan informasi prognosis yang lebih unggul daripada nilai dasar saja, terutama pada pasien yang menerima imunoterapi dan terapi target. Diskusi: Parameter hematologi mencerminkan keseimbangan antara inflamasi pro-tumor (neutrofil, trombosit) dan imunitas anti-tumor (limfosit). Kekuatan prognostiknya bervariasi tergantung pada jenis kanker, stadium, dan modalitas terapi, dengan efek yang paling kuat terlihat pada pengobatan imunoterapi. Meskipun hasilnya menjanjikan, standardisasi nilai cut-off dan waktu pengukuran sangat diperlukan sebelum implementasi klinis rutin. Kesimpulan: Parameter hematologi rutin, terutama NLR, PLR, dan LMR, merupakan biomarker prognosis yang berharga pada pasien tumor solid. Pengukurannya yang sederhana dan murah dapat membantu stratifikasi risiko, memandu keputusan klinis, dan memantau respons terapi. Penelitian prospektif dengan metodologi terstandar diperlukan untuk mengintegrasikan biomarker ini ke dalam praktik klinis sehari-hari.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijgm

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health Veterinary

Description

ims: The Indonesian Journal of General Medicine aims to advance the field of medicine by disseminating high-quality research findings that are accessible to a broad audience of healthcare professionals, researchers, and policymakers. The journal is committed to supporting the development of medical ...