Permasalahan sampah plastik, khususnya botol air mineral berbahan PET, menjadi tantangan serius bagi lingkungan pedesaan yang tengah berkembang menuju destinasi wisata berkelanjutan. Desa Mulur di Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu desa yang aktif mengelola sampah melalui Bank Sampah Induk Sugeng Abadi sejak 2020. Namun, kegiatan pengelolaan masih terbatas pada pengumpulan dan pemilahan tanpa inovasi pengolahan lebih lanjut. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan teknologi 3D printing sebagai solusi inovatif dalam pengolahan botol plastik bekas menjadi produk bernilai ekonomi serta meningkatkan keterlibatan pemuda Desa Mulur dalam pengelolaan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, demonstrasi alat (filament cutter, filament maker, dan 3D printer), serta pendampingan desain dan produksi suvenir wisata berbasis daur ulang. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan kesadaran lingkungan peserta. Sekitar 85% peserta mampu mengoperasikan peralatan secara mandiri dan menghasilkan berbagai produk kreatif seperti gantungan kunci, miniatur, serta aksesori wisata. Nilai ekonomi juga meningkat, di mana 1 kg botol plastik bekas yang semula bernilai Rp 6.000 dapat diolah menjadi filamen 3D seharga sekitar Rp 150.000. Kegiatan ini berdampak positif terhadap pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi sirkular desa, serta pengembangan konsep Zero Waste Tourism di kawasan Kampung Proklim Pojok Asri.
Copyrights © 2026