Interaksi keluarga di era digital saat ini semakin berkurang karena anak-anak lebih sering beraktivitas dengan gawai dibanding berinteraksi langsung dengan orang tua. Hal ini berdampak pada berkurangnya komunikasi dan quality time dalam lingkungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perancangan elemen UI/UX pada board game dapat mendorong interaksi dan memperkuat hubungan emosional antara anak usia 8–12 tahun dengan orang tuanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap lima narasumber, terdiri dari desainer game, desainer grafis, anak-anak, dan orang tua. Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui preferensi visual, sistem permainan yang disukai, serta peran warna dalam meningkatkan keterlibatan pemain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan warna cerah dan kontras tinggi mempermudah keterbacaan serta menambah semangat bermain anak. Sementara itu, sistem permainan kompetitif yang ringan mendorong komunikasi dan kehangatan selama bermain bersama keluarga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa desain UI/UX pada board game tidak hanya berfungsi secara estetika, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai media interaksi keluarga yang menyenangkan, inklusif, dan mempererat family bonding antar generasi.
Copyrights © 2026