Generasi Z memiliki pola komunikasi yang berbeda di era digital, yang cenderung cepat, berbasis teks, dan kurang menekankan ekspresi emosional secara langsung. Hal ini berpotensi menimbulkan kesenjangan komunikasi dalam hubungan keluarga, sehingga diperlukan medium alternatif untuk menyampaikan emosi secara lebih utuh. Dalam konteks tersebut, film pendek tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana ekspresi yang memungkinkan Generasi Z merepresentasikan pengalaman dan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran film pendek sebagai jembatan komunikasi antara Generasi Z dan keluarga mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana film pendek dapat menjadi jembatan komunikasi antara Gen Z dengan keluarga mereka. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode campuran melalui kuesioner kepada 54 responden Gen Z yang berusia 18-25 tahun, serta wawancara secara mendalam terhadap 5 responden yang terpilih. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa film pendek berpotensi menjadi media yang cukup efektif untuk menghubungkan komunikasi secara emosional antara orang tua dan anak. Mayoritas responden percaya bahwa menonton film dapat membantu mereka memiliki hubungan komunikasi yang lebih terbuka dan membantu untuk memahami perasaan satu sama lain. Hal tersebut menegaskan bahwa film pendek bukan hanya berfungsi sebagai media hiburan tetapi juga sarana ekspresi diri dan emosional yang baik untuk mempererat hubungan keluarga lintas generasi.
Copyrights © 2026