Diabetes melitus tipe II merupakan kondisi yang memerlukan penanganan dalam jangka waktu yang panjang melalui perilaku perawatan diri (self-care) untuk mencegah terjadinya komplikasi. Faktor dari keberhasilan self-care adalah peran dukungan dari keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan perilaku self-care pada pasien diabetes melitus tipe II. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data pada satu waktu (cross-sectional) dengan sampel yang berjumlah 72 orang. Data didapatkan melalui kuesioner dukungan keluarga dan perilaku self-care yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil menunjukan bahwa kuesioner dukungan keluaga memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,940 sehingga dinyatakan sangat reliabel, sedangkan kuesioner self-care mamiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,656 sehingga dinyatakan cukup reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tingkat dukungan keluarga tergolong dalam kategori baik, dengan jumlah 56 orang (77,8%), serta memiliki tingkat self-care yang cukup dengan jumlah 50 orang (69,4). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara dukungan keluarga dengan penerapan self-care pada pasien diabetes melitus tipe II. Dukungan dari keluarga yang maksimal mampu meningkatkan dorongan motivasi dan kepatuhan pasien dalam menjalankan perawatan diri. Keterlibatan keluarga berperan krusial dalam menunjang keberhasilan pengendalian diabetes melitus tipe II.
Copyrights © 2026