Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang membutuhkan terapi obat antiepilepsi (OAE) untuk mencapai kontrol kejang yang optimal. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dan membandingkan pola peresepan serta efektivitas OAE pada kejang umum maupun kejang fokal. Metode yang digunakan adalah literature review sistematis. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan OpenAlex dengan kriteria inklusi berupa artikel full text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2015–2025. Kata kunci meliputi “jenis obat antiepilepsi”, “diresepkan dokter”, dan “efektivitas”. Tahap awal pencarian menemukan 210 jurnal (Google Scholar 158, PubMed 20, OpenAlex 32). Setelah seleksi diperoleh 8 jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa obat antiepilepsi yang paling sering diresepkan adalah natrium valproat, diikuti oleh carbamazepine dan levetiracetam. Natrium valproat umumnya digunakan pada kejang umum, sedangkan carbamazepine lebih banyak diresepkan pada kejang fokal. Levetiracetam dilaporkan memiliki spektrum penggunaan yang luas pada berbagai tipe kejang dengan profil keamanan yang relatif lebih baik. Selain monoterapi, penggunaan politerapi terutama kombinasi berbasis valproat atau carbamazepine dengan benzodiazepine sering ditemukan pada pasien dengan kontrol kejang yang belum optimal. Penelitian ini menggambarkan pola peresepan obat antiepilepsi serta implikasinya terhadap efektivitas dan keamanan terapi.
Copyrights © 2026