Masuknya Generasi Z ke dunia kerja membawa perubahan signifikan dalam cara karyawan memaknai pekerjaan dan hubungannya dengan organisasi. Generasi ini tidak hanya menempatkan aspek finansial sebagai pertimbangan utama, tetapi juga memberikan perhatian besar pada kompensasi non-finansial seperti pengakuan, fleksibilitas kerja, kesempatan pengembangan diri, serta lingkungan kerja yang mendukung. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan di wilayah Jakarta Selatan yang memiliki tingkat persaingan dan mobilitas tenaga kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi non-finansial terhadap retensi karyawan Generasi Z dengan motivasi kerja sebagai variabel moderasi, serta dampaknya terhadap kinerja karyawan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 170 responden karyawan Generasi Z yang bekerja di Jakarta Selatan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis statistik untuk menguji hubungan antarvariabel, baik secara langsung maupun melalui peran moderasi motivasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi non-finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan Generasi Z. Retensi karyawan juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kompensasi non-finansial memiliki pengaruh terhadap kinerja baik secara langsung maupun melalui peningkatan retensi karyawan. Motivasi kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara kompensasi non-finansial dan retensi karyawan, di mana pengaruh tersebut menjadi lebih kuat pada karyawan dengan tingkat motivasi kerja yang tinggi. Kata kunci: kompensasi non-finansial, motivasi kerja, retensi karyawan, kinerja karyawan, Generasi Z.
Copyrights © 2026