Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup, psikologis, serta lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi lebih pada remaja di MAN Insan Cendekia Kota Palu (asrama) dan MAN 1 Kota Palu (non-asrama). Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 130 siswa yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner meliputi asupan protein, lemak, karbohidrat, aktivitas fisik, stres, dan Emotional Eating. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada MAN Insan Cendekia Kota Palu terdapat hubungan signifikan antara asupan protein, asupan lemak, aktivitas fisik, stres, dan Emotional Eating dengan gizi lebih (p<0.05). Sedangkan pada MAN 1 Kota Palu, variabel yang berhubungan signifikan adalah asupan protein, asupan lemak, dan aktivitas fisik (p<0.05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan lemak merupakan faktor paling dominan yang berhubungan terhadap risiko gizi lebih, diikuti oleh aktivitas fisik dan stres. Kesimpulan dari penelitian ini ialah remaja dengan asupan lemak tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mengalami gizi lebih dibandingkan mereka yang memiliki asupan lemak rendah.
Copyrights © 2026