Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan game online pada remaja, yang berpotensi menimbulkan berbagai keluhan fisik akibat penggunaan perangkat secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi bermain game online dengan keluhan fisik pada remaja. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 12–18 tahun yang aktif bermain game online, dengan jumlah sampel sebanyak 315 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terkait durasi bermain dan keluhan fisik yang dirasakan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden bermain game selama 1–3 jam per hari (63,5%), namun sebagian besar mengalami keluhan fisik berat (65,1%). Keluhan yang paling dominan adalah mata pedih/kering (73,0%) dan nyeri leher/pinggang (66,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi bermain game online dengan keluhan fisik (p-value < 0,001). Remaja yang bermain lebih dari 6 jam per hari memiliki risiko 6,55 kali lebih besar untuk mengalami keluhan fisik berat dibandingkan dengan yang bermain 1–3 jam per hari. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi bermain game online, semakin tinggi risiko terjadinya keluhan fisik pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembatasan durasi bermain, penerapan pola penggunaan gadget yang sehat, serta edukasi dari orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan remaja
Copyrights © 2026