Burnout merupakan masalah kesehatan mental yang semakin meningkat dan dapat berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas individu. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kejadian burnout adalah dukungan sosial. Namun, hasil penelitian terkait hubungan keduanya masih menunjukkan ketidakkonsistenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan kejadian burnout. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 324 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kurang baik (75,3%) dan mengalami burnout (60,5%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan burnout (p = 0,87), dengan nilai OR sebesar 1,03 yang menunjukkan hubungan sangat lemah. Disimpulkan bahwa dukungan sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian burnout. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap burnout.
Copyrights © 2026