AbstrakPenelitian ini bertujuan menelaah hubungan perkembangan transaksi QRIS dan uang elektronik dengan perubahan Indeks Penjualan Riil (IPR) di Sulawesi Selatan melalui analisis empiris-deskriptif atas data sekunder resmi Bank Indonesia. Data dikompilasi dari laporan perekonomian provinsi yang memuat indikator pembayaran digital dan penjualan riil per triwulan. Analisis dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pemetaan tren setiap indikator, pembacaan pergerakan lintas-variabel, dan interpretasi kontekstual terhadap perubahan konsumsi daerah. Hasil menunjukkan bahwa ekosistem QRIS bertumbuh sangat cepat, nilai transaksi uang elektronik cenderung meningkat secara bertahap, dan IPR memperlihatkan proses pemulihan yang tidak selalu linear. Secara umum, peningkatan intensitas pembayaran digital cenderung berjalan searah dengan membaiknya aktivitas penjualan riil, meskipun kekuatan hubungannya berbeda antarperiode. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran berpotensi memperkuat efisiensi transaksi ritel daerah, namun pengaruhnya tetap dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi, daya beli, dan momentum pemulihan konsumsi rumah tangga.Kata kunci: QRIS, uang elektronik, Indeks Penjualan Riil, data sekunder, Sulawesi Selatan
Copyrights © 2026