Kebijakan cash holding merupakan aspek penting dalam manajemen keuangan perusahaan untuk menjaga likuiditas operasional serta menghadapi ketidakpastian ekonomi dan peluang investasi. Namun, tingkat kepemilikan kas yang tidak optimal dapat menimbulkan biaya peluang, dan masih terdapat inkonsistensi temuan empiris terkait faktor-faktor internal yang memengaruhi cash holding, khususnya pada perusahaan di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, growth opportunity, dan net working capital terhadap cash holding pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap data laporan keuangan tahunan. Penelitian ini dilakukan dengan sebanyak 74 sampel perusahaan dengan observasi data selama empat tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS yang didahului oleh uji asumsi klasik serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap cash holding. Secara parsial, ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan net working capital berpengaruh signifikan, sedangkan growth opportunity tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan cash holding lebih dipengaruhi oleh karakteristik internal perusahaan dibandingkan peluang pertumbuhan dalam mendukung pengelolaan kas yang optimal.
Copyrights © 2026