Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2020–2024. Produktivitas tenaga kerja merupakan indikator kritis bagi percepatan ekonomi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Saat ini, NTT masih menghadapi tantangan besar berupa tingkat produktivitas dan PDRB per kapita yang relatif rendah dibandingkan skala nasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk mengolah data dari berbagai kabupaten/kota di NTT. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel IPM dan UMP secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja dengan nilai R-Squared sebesar 90,17%. Secara parsial, IPM memiliki pengaruh positif dan signifikan; peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan secara langsung meningkatkan kemampuan kognitif dan produktivitas pekerja. Demikian pula dengan UMP yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, memperkuat teori upah efisiensi bahwa imbalan yang mencukupi dapat meningkatkan motivasi dan daya upaya pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal manusia dan kebijakan upah yang adil merupakan kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah tersebut.
Copyrights © 2026