Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anomali pertumbuhan ekonomi makro di Kabupaten Kendal yang belum berbanding lurus dengan akselerasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah tenaga kerja, dan upah minimum terhadap IPM periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda melalui perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan, mengindikasikan distribusi kesejahteraan yang belum inklusif. Sebaliknya, variabel tenaga kerja dan upah minimum memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan upah minimum sebagai determinan paling dominan. Secara simultan, variabel ketiga tersebut menjelaskan variasi IPM sebesar 98,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pengupahan dan optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal merupakan instrumen paling krusial untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang lebih berdampak nyata pada pembangunan manusia di Kabupaten Kendal.
Copyrights © 2026