Kegiatan produksi pada fasilitas pengolahan minyak dan gas menghasilkan gas buang yang berpotensi mencemari lingkungan, sehingga diperlukan sistem pembuangan yang aman dan efisien. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem flaring, yaitu pembakaran gas buang sebelum dilepaskan ke atmosfer. Namun, dalam implementasinya proses pembakaran sering kali menghasilkan asap hitam akibat pembakaran yang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis flare yang tepat, menghitung fraksi uap kondensat yang dibakar, memperkirakan kebutuhan udara untuk mencapai pembakaran sempurna, serta menentukan daya blower yang diperlukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis flare yang paling sesuai adalah air-assisted flare, dengan fraksi uap kondensat sebesar 0,148 dari total produksi sebesar 1322,6 lbmol. Kebutuhan udara teoritis untuk pembakaran sempurna sebesar 7.220,97 lbmol, yang meningkat menjadi 9.129 SCF/menit setelah penambahan excess air sebesar 20%. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan blower dengan daya sebesar 13,75 kW. Penerapan pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran serta menurunkan emisi gas buang ke lingkungan.
Copyrights © 2026