Sektor manufaktur memegang peranan penting dalam perekonomian nasional dan sangat bergantung pada efisiensi pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketidakseimbangan beban kerja, yang dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan pemborosan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja petugas inspeksi outgoing di PT XYZ dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), baik sebelum maupun setelah penambahan tugas pemindaian barcode sebagai bagian dari sistem pelacakan produk. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui studi kasus, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja petugas inspeksi pada proses muat curah, retail, dan packing masih berada dalam kondisi underload, dengan nilai FTE masing-masing sebesar 0,227; 0,115; dan 0,187 sebelum penambahan tugas, serta meningkat menjadi 0,240; 0,134; dan 0,211 setelah penambahan tugas. Meskipun terdapat peningkatan beban kerja akibat penambahan aktivitas scan barcode, nilai FTE tetap menunjukkan kapasitas kerja yang belum optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa petugas inspeksi masih memiliki ruang untuk menerima tugas tambahan tanpa memerlukan penambahan tenaga kerja. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan aktivitas baru yang relevan serta penerapan metode analisis lanjutan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam manajemen tenaga kerja industri manufaktur.
Copyrights © 2026