Indonesia sebagai negara multikultural memiliki kekayaan budaya yang perlu dilestarikan, termasuk budaya Minangkabau yang mulai kurang dikenal oleh generasi muda akibat dominasi budaya populer global. Penelitian ini bertujuan mengembangkan diorama kreatif berbasis budaya Minangkabau yang terintegrasi dengan QR Code dan Augmented Reality (AR) sebagai media representasi budaya hibrida. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D: tahap Define dilakukan melalui analisis kebutuhan dan studi literatur; tahap Design mencakup perancangan konsep visual dan instrumen penilaian; tahap Develop meliputi pembuatan diorama fisik, pengembangan konten AR, dan validasi produk; serta tahap Disseminate dilaksanakan melalui pameran karya akademik. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert empat tingkat yang diberikan kepada dua validator ahli dan enam responden terlatih yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penilaian mencakup aspek kreativitas (originality, flexibility, elaboration) dan ekspresi budaya (representasi unsur lokal, makna budaya, keaslian budaya), serta terlebih dahulu divalidasi ahli untuk memastikan kejelasan dan relevansi indikator. Data dianalisis menggunakan analisis persentase deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk diorama memperoleh nilai kelayakan sebesar 96,43% dari validator ahli dan 94,94% dari responden terlatih, keduanya dalam kategori sangat layak. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan phygital yang menggabungkan objek fisik tiga dimensi dengan konten AR interaktif mampu mengatasi keterbatasan media konvensional dua dimensi dalam menyampaikan nilai dan simbol budaya Minangkabau secara kontekstual, interaktif, dan mudah diakses oleh generasi muda.
Copyrights © 2026