Implementasi Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman kader, belum optimalnya integrasi layanan lintas sektor, serta keterbatasan sarana pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan Posyandu melalui penguatan kapasiatas kader dan penerapan integrasi layanan berbasis 6 SPM di Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan model Participatory Action Research yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi, simulasi layanan terpadu, dan pendampingan kader pada desa lokus pilot project. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan kader, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 71,00 menjadi 85,50 atau meningkat sebesar 20,42%. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi yang menunjukkan peningkatan pemerataan pemahaman kader. Dampak kegiatan juga terlihat pada meningkatnya keterampilan kader dalam mengimplementasikan layanan terpadu serta mulai terbangunnya koordinasi lintas sektor dalam kegiatan Posyandu. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif efektif dalam mendukung optimalisasi layanan Posyandu berbasis integrasi SPM dan berpotensi untuk direplikasi secara berkelanjutan di wilayah lain.
Copyrights © 2026