Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta keterkaitannya dengan pengeluaran riil per kapita di Indonesia selama periode 2022–2024. Data yang digunakan berasal dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan cakupan 38 provinsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan perbandingan antarwaktu dan antarwilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM Indonesia meningkat dari 73,77 pada tahun 2022 menjadi 75,02 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang didukung oleh peningkatan seluruh dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak. Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan pengeluaran riil per kapita dari Rp11.479 ribu menjadi Rp12.341 ribu. Selain itu, terdapat disparitas antarprovinsi, di mana daerah dengan tingkat pengeluaran lebih tinggi cenderung memiliki IPM yang lebih tinggi, seperti DKI Jakarta dan D.I. Yogyakarta, dibandingkan wilayah di Papua. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kesejahteraan ekonomi dan pembangunan manusia. Namun, ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan di Indonesia.
Copyrights © 2026