Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen publik terhadap fenomena “Cukup Aku Saja yang WNI, Anakku Jangan”di media sosial. Penelitian menggunakan metode Analisis Media Sosial (AMS) dengan bantuan Brand24 untuk mengumpulkan dan menganalisis data percakapan digital pada periode 22 Februari–22 Maret 2026. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi sentimen positif, negatif, dan netral. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14.181 mentions dengan komposisi 10.798 sentimen netral, 2.465 sentimen negatif, dan 918 sentimen positif. Temuan ini menunjukkan bahwa percakapan publik didominasi oleh distribusi informasi yang bersifat netral, tetapi secara evaluatif cenderung mengarah pada sentimen negatif. Sentimen negatif terutama kuat pada fase awal viralitas dan banyak muncul di platform X/Twitter, sedangkan media berita mendominasi percakapan netral. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi ruang pembentukan opini publik dan afektasi publik terhadap isu yang berkaitan dengan identitas kebangsaan, nasionalisme, dan etika sosial.
Copyrights © 2026