Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh kompetensi auditor dan skeptisisme profesional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud, dengan red flags auditor sebagai variabel moderasi. Kompetensi auditor dipahami sebagai kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimiliki auditor dalam melaksanakan tugas pemeriksaan, sedangkan skeptisisme profesional merefleksikan sikap kewaspadaan dan keraguan profesional terhadap kemungkinan adanya salah saji atau kecurangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 60 auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara sebagai responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Moderating Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh langsung maupun peran moderasi red flags auditor. Hasil pengujian baik secara parsial maupun simultan menunjukkan bahwa kompetensi auditor dan skeptisisme profesional berpengaruh positif dan signifikan terhadap deteksi fraud. Selain itu, red flags auditor terbukti mampu memperkuat pengaruh kompetensi auditor dan skeptisisme profesional terhadap deteksi fraud, sehingga meningkatkan efektivitas proses pengawasan. Seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan diterima. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian red flags auditor sebagai variabel moderasi dalam konteks pengawasan internal pemerintah daerah, yang masih relatif terbatas dalam kajian empiris akuntansi sektor publik.
Copyrights © 2026