Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan hilirisasi komoditas kopi di Provinsi Bengkulu dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan daya saing daerah. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih dominannya pemasaran kopi dalam bentuk bahan mentah (green bean) yang menyebabkan rendahnya nilai tambah yang dinikmati oleh masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kebijakan secara deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teori rantai nilai, daya saing Porter, serta evaluasi kebijakan menggunakan metode William N. Dunn. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur rantai nilai kopi Bengkulu masih terfokus pada sektor hulu, sementara aktivitas hilir seperti pengolahan, pengemasan, dan branding masih terbatas. Kondisi ini menyebabkan kebocoran nilai tambah dan rendahnya daya saing produk di pasar nasional maupun internasional. Evaluasi alternatif kebijakan menunjukkan bahwa pengembangan klaster industri kopi terintegrasi merupakan strategi paling efektif, karena mampu meningkatkan kapasitas pengolahan, memperkuat keterkaitan antar pelaku, serta menciptakan nilai tambah secara lebih merata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa hilirisasi kopi melalui pendekatan klaster industri yang terintegrasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis nilai tambah. Implementasi kebijakan yang didukung oleh penguatan kelembagaan, pembiayaan kolaboratif, dan pengembangan branding diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta daya saing kopi Bengkulu secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026