Penelitian ini menganalisis makna kekecewaan dalam lirik lagu “Janji Palsu” karya Hindia menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tujuannya untuk mengungkap makna emosional dan kritis yang tersirat melalui tanda-tanda dalam lirik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan studi literatur, lalu dianalisis berdasarkan konsep representamen, objek, dan interpretant dari Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu mengandung tanda-tanda kekecewaan terhadap kehidupan, kesuksesan, dan realitas sosial. Ungkapan seperti “sukses hanya dipinjamkan” dan “janji palsu dunia” merefleksikan konflik batin dan kritik terhadap ketidakpastian hidup. Pendekatan semiotika terbukti efektif mengungkap makna emosional dalam lirik lagu. Secara keseluruhan, Janji Palsu berfungsi sebagai teks budaya yang merefleksikan kegelisahan sosial serta kritik terhadap nilai yang membentuk cara individu memaknai kesuksesan dan kehidupan.
Copyrights © 2026