Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif posisi enam jenis modal penghidupan rumah tangga petani padi di Kalimantan Timur, modal alam, sumber daya manusia, modal fisik, modal keuangan, modal sosial, dan modal informasi. Penelitian menggunakan pendekatan mata pencaharian berkelanjutan, menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert yang kemudian dibagi menjadi interval posisi modal mata pencaharian rendah, menengah, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal alam merupakan modal subsisten terendah dengan skor rata-rata 2,79 pada skala 1 – 5, disusul oleh modal manusia (3,84), modal informasi (3,98), modal keuangan (4,03), modal fisik (4,53), dan modal sosial (4,72). Modal alam yang rendah ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang tidak terkendali dan rendahnya kepemilikan aset tanah. Kondisi ini tentu membuat intensifikasi pertanian menjadi pilihan strategis yang paling mungkin. Peningkatan kapasitas anggota rumah tangga petani merupakan salah satu rekomendasi penting yang diberikan, sehingga selain dapat meningkatkan produktivitas pertanian padi, juga dapat memberikan diversifikasi keahlian yang dapat memunculkan potensi sumber mata pencaharian lain untuk mendukung kesejahteraan rumah tangga petani
Copyrights © 2024