Era keemasan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah merupakan fase historis krusial yang menempatkan peradaban islam sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah, mengidentifikasi faktor-faktor struktural pendorong kemajuan, serta mengkaji implikasi terhadap peradaban global. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui telaah kritis terhadap sumber sejarah, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik terkait institusi pendidikan islam klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan didorong oleh stabilitas politik, sistem administrasi yang terorganisasi, serta patronase khalifah melalui institusi strategis seperti Bayt al-Hikmah. Proses penerjemahan karya Yunani, Persia, dan India tidak hanya memperkaya khazanah intelektual, tetapi juga memicu inovasi orisinal oleh ilmuwan seperti Al-Khawarizmi dan Ibnu Sina. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi ilmu dan keterbukaan budaya pada masa Dinasti Abbasiyah menjadi fondasi sains modern dan jembatan antara peradaban klasik dan modern. Warisan ini tetap relevan sebagai rujukan pengembangan ekosistem riset yang unggul dan beretika di era kontemporer.
Copyrights © 2026