Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan logika manusia dalam menjangkau hakikat ketuhanan secara rasional, yang sering kali menimbulkan keraguan eksistensial di tengah dinamika kehidupan modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara iman, spiritualitas, dan dimensi sosial sebagai fondasi moral yang menuntun manusia pada kedamaian batin dan keteraturan hidup. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengkaji teks suci Al-Qur'an (Surat Al-Baqarah: 285) serta pemikiran intelektual muslim seperti Ahmad Syafii Maarif, Abu Muslim, dan Syaipudin (2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman merupakan inti keberagamaan yang menjawab keterbatasan akal melalui kepercayaan total kepada Tuhan.
Copyrights © 2025