Dunia pendidikan dasar mengalami transformasi paradigma yang radikal, beralih dari metode konvensional berbasis cetak pada periode 1990-an menuju ekosistem digital yang serba instan di masa kini. Perubahan ini menciptakan kontradiksi dalam metodologi, interaksi sosial, hingga ketahanan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma pendidikan dasar dan mengeksplorasi peran agama serta moralitas sebagai navigasi etis (kompas moral) bagi siswa dan guru di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Jenis penelitian adalah studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap literatur sejarah pendidikan, psikologi perkembangan, dan dampak teknologi terhadap spiritualitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa era 1990-an unggul dalam membangun ketahanan mental dan kedalaman konsentrasi melalui keterbatasan akses, sementara era digital unggul dalam efisiensi informasi namun berisiko pada penurunan rentang perhatian (attention span). Transformasi peran guru dari otoritas tunggal menjadi fasilitator menuntut profesionalisme yang menggabungkan literasi IT dengan integritas moral. Tantangan utama era digital adalah "jihad" melawan distraksi algoritma, di mana nilai kejujuran (shidq) menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas karakter. Harmonisasi antara efisiensi teknologi digital dan nilai-nilai ketekunan tradisional merupakan kunci pendidikan dasar masa depan. Agama berfungsi sebagai kompas moral yang menjaga identitas spiritual siswa agar tetap kokoh secara integritas di tengah kebisingan arus informasi global.
Copyrights © 2025