Sejak merebaknya pandemi Covid-19, persaingan di ranah platform e-commerce semakin memanas. Dampaknya terasa signifikan pada bisnis-bisnis e-commerce yang kini dihadapkan pada tantangan internal dan eksternal. Aplikasi Blibli menjadi pusat sorotan dengan sejumlah keluhan dari pelanggannya, menunjukkan bahwa Blibli perlu melakukan peningkatan untuk menjaga pelayanan konsumennya agar tetap optimal. Kegagalan melakukan perbaikan dapat mengakibatkan migrasi konsumen ke platform e-commerce lain yang lebih memenuhi harapan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja sistem Aplikasi E-commerce Blibli menggunakan metode PIECES framework, yang mencakup enam variabel: Performa, Informasi, Ekonomi, Kontrol & Keamanan, Efisiensi dan Layanan. Tujuannya adalah mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan serta menganalisis komponen mana yang perlu ditingkatkan dalam kinerja sistem aplikasi tersebut. Metode PIECES framework dipilih karena efektif dalam menganalisis setiap variabel sistem, memberikan hasil konkret terkait efisiensi penggunaan sistem perusahaan. Evaluasi kepuasan pengguna terhadap layanan berbasis aplikasi mobile diukur dengan menggunakan kerangka kerja PIECES untuk menilai tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna layanan di wilayah Rajeg Mulya, Kabupaten Tangerang RT005 RW007 memberikan skor rata-rata 3,88 pada skala Likert, mengindikasikan kepuasan yang tinggi terhadap layanan sistem informasi aplikasi Blibli.
Copyrights © 2024